KATA PENGANTAR

 

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena hanya dengan rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan tugas makalah ini.

Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan balasan dari semua kebaikan dengan pembalasan yang sebaik-baiknya. Penulis  sangat menyadari bahwa masih banyak kekurangan dan kelemahan  dalam makalah ini. Oleh karena itu saran, kritik, dan koreksi sangat diharapkan demi kemajuan dan perbaikan yang berguna dikemudian hari. Penulis juga mengharapkan Semoga tugas ini bermanfaat bagi kita semua dan merupakan amalan baik bagi penulis.

PENDAHULUAN

Ilmu pengetahuan dan teknologi selalu berkembang dan mengalami kemajuan, sesuai dengan perkembangan zaman dan perkembangan cara berpikir manusia. Bangsa Indonesia sebagai salah satu negara berkembang tidak akan bisa maju selama belum memperbaiki kualitas sumber daya manusia bangsa kita. Agar sejarah tidak dilupakan dan moral bangsa Indonesia tetep bisa terjaga maka harus diadakn lah Pendidikan Kewargenagaraan dalam setiap jenjang pendidikan diIndonesia.

PEMBAHASAN

1. Latar Belakang Pendidikan Kewarganegaraan

            Indonesia bukan lah sebuah Negara yang terlahir sudah mendapatkan kemerdekaan , tetapi Indonesia adalah Negara yang terlahir dengan perjuangan yang keras dan panjang melawan penjajahan dari berbagai Negara. . Perjalanan panjang sejarah Bangsa Indonesia sejak era sebelum dan selama penjajahan ,dilanjutkan era merebut dan mempertahankan kemerdekaan sampai dengan mengisi kemerdekaan,menimbulkan kondisi dan tuntutan yang berbeda-beda sesuai dengan zamannya. Kondisi dan tuntutan yang berbeda-beda diharap bangsa Indonesia berdasarkan kesamaan nilai-nulai kejuangan bangsa yang dilandasi jiwa,tekad dan semangat kebangsaan.

            Semangat perjuangan selama bangsa Indonesia merebut dan memperthankan kemerdekaan Indonesia inilah yang harus dimiliki oleh setiap warga Negara Indonesia dari setiap generasinya, sehingga dengan setiap warga Negara memiliki semangat perjuangan ini bangsa Indonesia dapat mengisi kemerdekaan dan menghadapi globalisasi. Warga negara Indonesia perlu memiliki wawasan dan kesadaran bernegara,sikap dan perilaku, cinta tanah air serta mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa dalam rangka bela negara demi kelangsungan hidupnya bangsa Indonesia.

2. Landasan Hukum Pendidikan Kewarganegaraan.

  1. UUD 1945
    1. Pembukaan UUD 1945, alinea kedua dan keempat (cita-cita, tujuan dan aspirasi Bangsa Indonesia tentang kemerdekaanya).
    2. Pasal 27 (1), kesamaan kedudukan Warganegara di dalam hukum dan pemerintahan.
    3. Pasal 27 (3), hak dan kewajiban Warganegara dalam upaya bela negara.
    4. Pasal 30 (1), hak dan kewajiban Warganegara dalam usaha pertahanan dan keamanan negara.
    5.  Pasal 31 (1), hak Warganegara mendapatkan pendidikan.
    6. UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
    7. Keputusan Dirjen Dikti Nomor 43/DIKTI/Kep/2006 tentang Rambu-Rambu Pelaksanaan Kelompok Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi.

3. Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan.

  1. Agar para mahasiswa memahami dan mampu melaksanakan hak dan kewajibannya secara santun, jujur dan demokratis serta ikhlas.
  2. Memupuk sikap dan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai kejuangan, patriotisme, cinta tanah air dan rela berkorban bagi bangsa dan negara.
  3. Menguasai pengetahuan dan memahami aneka ragam masalah dasar kehidupan masyarakat, bangsa dan negara yang akan diatasi dengan pemikiran berdasarkan Pancasila.
  4. Berpikir secara kritis, rasional, dan kreatif dalam menanggapi isu kewarganegaraan
  5. Berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab, dan bertindak secara cerdas dalam kegiatan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta anti-korupsi
  6. Berkembang secara positif dan demokratis untuk membentuk diri berdasarkan karakter-karakter masyarakat Indonesia agar dapat hidup bersama dengan bangsa-bangsa lainnya
  7. Berinteraksi dengan bangsa-bangsa lain dalam percaturan dunia secara langsung atau tidak langsung dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.

 

4. Pengertian Bangsa dan Negara.

Bangsa (nation) menurut Hans Kohn (Kaelan, 2002: 212-213) bahwa bangsa terbentuk oleh persamaan bahasa, ras, agama, peradaban, wilayah, negara dan kewarganegaraan. Sedangkan Ernest Renan menyatakan bahwa bangsa (nation) adalah suatu solidaritas, suatu jiwa, suatu asas spiritual, suatu solidaritas yang dapat tercipta oleh perasaan pengorbanan yang telah lampau dan bersedia dibuat di masa yang akan datang. Meskipun dikalangan pakar kenegaraan belum terdapat persamaan pengertian bangsa, namun faktor objektif yang terpenting dari suatu Bangsa adalah kehendak atau kemauan bersama yang lebih dikenal dengan nasionalisme.
Fredrich Hertz dalam bukunya “Nationality in History and Politics” mengemukakan bahwa setiap bangsa mempunyai 4 (empat) unsur aspirasi sebagai berikut:

  1. Keinginan untuk mencapai kesatuan nasional yang terdiri atas kesatuan sosial, ekonomi, politik, agama, kebudayaan, komunikasi, dan solidaritas.
  2. Keinginan untuk mencapai kemerdekaan dan kebebasan nasional sepenuhnya, yaitu bebas dari dominasi dan campur tangan bangsa asing terhadap urusan dalam negerinya.
  3. Keinginan dalam kemandirian, keunggulan, individualisme, keaslian, atau kekhasan.
  4. Keinginan untuk menonjol (unggul) diantara bangsa-bangsa dalam mengejar kehormatan, pengaruh, dan prestise.

 

5. Hak dan Kewajiban Berbangsa dan Bernegara.

Pasal-pasal dalam UUD 1945 yang menetapkan hak dan kewajiban sebagai warga negara mencakup pasal-pasal 27, 28, 29, 30, 31, 33 dan 34.
Hak-hak warga negara yang substansial pada prinsipnya antara lain meliputi:
1. Hak untuk memilih/memberikan suara
2. hak kebebasan berbicara
3. Hak kebebasan pers
4. hak kebebasan beragama
5. Hak kebebasan bergerak
6. Hak kebebasan berkumpul
7. hak kebebasan dari perlakuan sewenang-wenang oleh sistem politik dan atau hukum.

Kewajiban warga negara merupakan aspek dari tanggung jawab warga negara. Contoh yang termasuk tanggung jawab warga negara antara lain:
1) melaksanakan aturan hukum
2) menghargai orang lain
3) memiliki informasi dan perhatian terhadap kebutuhan-kebutuhan masyarakatnya
4) melakukan kontrol terhadap para pemimpin yang dipilihnya dalam melakukan tugas-tugasnya
5) melakukan komunikasi dengan para wakil di sekolah, pemerintah lokal, pemerintah nasional
6) memberikan suara dalam suatu pemilihan
7) membayar pajakmenjadi saksi di pengadilan
9) bersedia untuk mengikuti wajib militer, dsb.

PENUTUP

                Pendidikan Kewargenagaraan sangat lah diperlukan dan dipelajari dalam segala jenjang pendidikan agar warga Indonesia mempunyai kesadaran bernegara,sikap dan perilaku, cinta tanah air serta mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa.

About these ads